Relay adalah salah satu komponen yang berfungsi sebagai sakelar yang dikendalikan listrik, relay secara fisik di dalamnya terdapat switch dan electromagnetic coil, dengan memberikan tegangan listrik pada coil akan menjadikannya magnet yang kemudian menarik pelatuk untuk menggerakkan switch (sakelar). Secara fisik gambarnya sebagai berikut :

Pada ukuran switch untuk menghantarkan arus yang lebih besar, maka dinamakan kontaktor. Secara fisik gambarnya sebagai berikut :

Pada prinsip kerjanya relay dan kontaktor adalah sama, yang membedakan hanya kemampuan menghantarkan arus pada switchnya, dimana kontaktor lebih besar kemampuannya.
sumber gambar : wikipedia.org
There are 9 comments
Hello!
My name is Liza Mecklenburg, representing the advertising department of the JPP Consulting company. We are interested to place an ad (banner), of your choice, on your website.
Design and sizes can be seen on our website at http://www.eandjconsulting.net/id_08439/
Depending on the banner size you choose we can pay up to US$750/month.
If you are interested please let me hear from you.
Kind Regards,
Liza Mecklenburg
liza.mecklenburg@eandjconsulting.net
salam kenal bang, semoga laku jualan nya salam dari http://www.kaosjerseygradeoriwordpress.com
salam kenal kembali bang
Ada sekema sircuit sederhana untuk merakit chiller.
Untuk sistem kontrol sederhana untuk merakit chiller, mungkin di posting selanjutnya saya usahakan untuk membuatnya.
mas kalau d kasih relay yg lebih besar dari sebelumya apakah ngaruh
jika yg dimaksud mengganti relay dengan kemampuan Arusnya yg lebih besar maka ini tidak berpengaruh, justru semakin bagus, akan tetapi biasanya ukuran fisiknya akan lebih besar.
biasanya standart tahanan koil pada relay 220vackalo di ukur brapa ohm yah bang?
untuk relay dengan tegangan coil 200/220 VAC, merk OMRON LY2 biasanya sekitar 12.95 Ohm (sesuai standard pabrikannya)